You are browsing with label:
Showing posts with label wisata. Show all posts
For your accommodation in Bali, this Bali resort features 418 tribute rooms and suites fit for a rock star. The walls are adorned with images, memorabilia and icons reflecting the revolution that changed the face of music, fashion and arts, celebrating artistes from the 50's to late 90's. Rockin' Tots to Grunge Grand Dads, the hotel is here to rock yer socks off!
With Hard Rock's signature of limitless energy, unparalleled creativity and quality service, Hard Rock Hotel Bali is a place where hotel guests can rekindle the atmosphere of the past 40 years of rock and roll culture! Music maniac can try out their vocal skills at the Boom Box Recording Studio in Hard Rock Hotel Bali.
For fitness and recreation enthusiasts, it is a high FIVE. Splash your body with cool waters at the free-form swimming pool or enjoy wonderful body therapy treatments at the hotel's Rock Spa, or opt for 5-meter of rock climbing within the premises. Follow a healthy routine by exercising at the in-house gym centre which is equipped with equipments, sauna and steam rooms.
With a wide selection of dining choices available in this beatutiful Bali resort, travellers can choose from the many cuisine each featuring a distinctive style.
For meetings in Bali, business travellers can discuss corporate strategies or organize themed events, private functions or dinners, at the meeting and conference rooms of the Hard Rock Hotel in Bali. The ballroom can hold up to 400 guests.
With Hard Rock's signature of limitless energy, unparalleled creativity and quality service, Hard Rock Hotel Bali is a place where hotel guests can rekindle the atmosphere of the past 40 years of rock and roll culture! Music maniac can try out their vocal skills at the Boom Box Recording Studio in Hard Rock Hotel Bali.
For fitness and recreation enthusiasts, it is a high FIVE. Splash your body with cool waters at the free-form swimming pool or enjoy wonderful body therapy treatments at the hotel's Rock Spa, or opt for 5-meter of rock climbing within the premises. Follow a healthy routine by exercising at the in-house gym centre which is equipped with equipments, sauna and steam rooms.
With a wide selection of dining choices available in this beatutiful Bali resort, travellers can choose from the many cuisine each featuring a distinctive style.
For meetings in Bali, business travellers can discuss corporate strategies or organize themed events, private functions or dinners, at the meeting and conference rooms of the Hard Rock Hotel in Bali. The ballroom can hold up to 400 guests.
TIAP provinsi di Indonesia punya kekayaan budaya hingga layak dijadikan destinasi wisata. Sembilan provinsi menanti untuk kekayaan wisatanya dieksplor lebih dalam.
Sebagai negara yang dilintasi garis khatulistiwa, Indonesia memiliki beragam kebudayaan, ras, agama, dan keindahan alam. Tak seperti belahan dunia lain, keterlambatan pembangunan fisik di Indonesia membuat berbagai keaslian obyek wisata lebih bertahan, bersama varian pola sosiologis dan kultural yang ada di setiap pelosok Tanah Air.
Dari beberapa potensi pariwisata tersebut, Kemenbudpar mampu meraih devisa sebesar USD7 juta tahun 2010 untuk Indonesia.
“Dengan pencapaian tersebut, kami sangat bersyukur, karena selama sekian tahun kami hanya bisa mendapatkan USD 5 juta,” jelas Jero Wacik, Menteri Budaya dan Pariwisata saat membuka Rakornas Kemenbudpar 2010 di Balairung Gedung Sapta Pesona, Jakarta, belum lama.
Jero menambahkan, pencapaian tersebut diharapkan meningkat hingga pada 2014 bisa mencapai USD10 juta, dan pada 2024 bisa mencapai USD20 juta.
“Guna meningkatkan pendapatan dari pariwisata tahun depan, kami akan banyak mengadakan event-event budaya dan pariwisata. Agar para wisatawan mancanegara mau datang ke Indonesia,” tambahnya.
Dipaparkan Jero, beberapa daerah yang berpotensi tujuan wisata dan akan dibidik tahun depan, di antaranya Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Batam, Papua, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan.
Lebih lanjut, Indonesia pun punya porsi tersendiri untuk dinikmati sebagai Oriental Tourism (wisata Timur Jauh) oleh karena akar budaya Melayu yang kental dengan nilai keislaman.
Sebagai negara yang dilintasi garis khatulistiwa, Indonesia memiliki beragam kebudayaan, ras, agama, dan keindahan alam. Tak seperti belahan dunia lain, keterlambatan pembangunan fisik di Indonesia membuat berbagai keaslian obyek wisata lebih bertahan, bersama varian pola sosiologis dan kultural yang ada di setiap pelosok Tanah Air.
Dari beberapa potensi pariwisata tersebut, Kemenbudpar mampu meraih devisa sebesar USD7 juta tahun 2010 untuk Indonesia.
“Dengan pencapaian tersebut, kami sangat bersyukur, karena selama sekian tahun kami hanya bisa mendapatkan USD 5 juta,” jelas Jero Wacik, Menteri Budaya dan Pariwisata saat membuka Rakornas Kemenbudpar 2010 di Balairung Gedung Sapta Pesona, Jakarta, belum lama.
Jero menambahkan, pencapaian tersebut diharapkan meningkat hingga pada 2014 bisa mencapai USD10 juta, dan pada 2024 bisa mencapai USD20 juta.
“Guna meningkatkan pendapatan dari pariwisata tahun depan, kami akan banyak mengadakan event-event budaya dan pariwisata. Agar para wisatawan mancanegara mau datang ke Indonesia,” tambahnya.
Dipaparkan Jero, beberapa daerah yang berpotensi tujuan wisata dan akan dibidik tahun depan, di antaranya Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Batam, Papua, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan.
Lebih lanjut, Indonesia pun punya porsi tersendiri untuk dinikmati sebagai Oriental Tourism (wisata Timur Jauh) oleh karena akar budaya Melayu yang kental dengan nilai keislaman.
MUNDUR ke masa puluhan ribu tahun yang lalu, sebuah letusan maha dahsyat menciptakan kawah gunung berapi yang besar. Seiring waktu, kawah tersebut terisi air yang kemudian menciptakan sebuah genangan besar bernama Danau Toba.
Meski tercipta dari letusan yang menyebabkan musnahnya hewan, manusia dan tumbuhan, Danau Toba menjelma menjadi objek wisata yang mempesona. Ini menjadikannya salah satu obyek wisata terpopuler di Sumatra bahkan di Indonesia.
JIka dilihat, Danau Toba nampak seperti lautan dengan luas lebih dari 1.145 kilometer persegi. Ini membuatnya terlihat indah jika dilihat dari ketinggian. Ditambah lokasinya yang dikelilingi perbukitan, membuat suasana di sekitar danau terasa nyaman karena udaranya segar dan sejuk.
Anda dapat menikmati keindahannya dengan berenang atau pun menyewa perahu motor, mengitari sekitar danau. Sementara itu saat hari beranjak sore, Anda dapat menikmati suasana yag lebih hening dengan pemandangan cahaya matahari terbenam yang begitu indah.
Danau yang luas ini juga dikenal memiliki nilai magis dan kosmologis, karena dipercaya sebagai tempat berdiamnya leluhur Suku Batak. Bilamana masyarakat Suku Batak ingin menggelar acara adat di sekitar danau, mereka harus terlebih dahulu memohon izin kepada para leluhur
Seperti dalam perayaan Pesta Rakyat Danau Toba yang setiap tahunnya digelar, beberapa ritual dilakukan terlebih dahulu sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur.
Oiya di tengah danau, Anda juga akan menemukan sebuah pulau besar bernama Samosir yang berada pada ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Mengenai keberadaan Pulau Samosir, itu terbentuk karena tekanan magma secara terus-menerus yang belum keluar dari perut bumi.
Pulau Samosir mempunyai beberapa obyek wisata alam yang populer, yakni danau di atas danau (Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang), obyek wisata sejarah di komplek makam Raja Sidabutar Desa Tomok, dan wisata arsitektur komplek rumah tradisional Batak Toba Samosir.
Untuk mencapai lokasi wisata Danau Toba, Anda dapat melalui rute Kota Medan-Parapat atau pun melalui rute Medan-Berastagi yang berjarak lebih kurang 176 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih empat jam dengan kendaraan roda dua/ empat.
Meski tercipta dari letusan yang menyebabkan musnahnya hewan, manusia dan tumbuhan, Danau Toba menjelma menjadi objek wisata yang mempesona. Ini menjadikannya salah satu obyek wisata terpopuler di Sumatra bahkan di Indonesia.
JIka dilihat, Danau Toba nampak seperti lautan dengan luas lebih dari 1.145 kilometer persegi. Ini membuatnya terlihat indah jika dilihat dari ketinggian. Ditambah lokasinya yang dikelilingi perbukitan, membuat suasana di sekitar danau terasa nyaman karena udaranya segar dan sejuk.
Anda dapat menikmati keindahannya dengan berenang atau pun menyewa perahu motor, mengitari sekitar danau. Sementara itu saat hari beranjak sore, Anda dapat menikmati suasana yag lebih hening dengan pemandangan cahaya matahari terbenam yang begitu indah.
Danau yang luas ini juga dikenal memiliki nilai magis dan kosmologis, karena dipercaya sebagai tempat berdiamnya leluhur Suku Batak. Bilamana masyarakat Suku Batak ingin menggelar acara adat di sekitar danau, mereka harus terlebih dahulu memohon izin kepada para leluhur
Seperti dalam perayaan Pesta Rakyat Danau Toba yang setiap tahunnya digelar, beberapa ritual dilakukan terlebih dahulu sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur.
Oiya di tengah danau, Anda juga akan menemukan sebuah pulau besar bernama Samosir yang berada pada ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Mengenai keberadaan Pulau Samosir, itu terbentuk karena tekanan magma secara terus-menerus yang belum keluar dari perut bumi.
Pulau Samosir mempunyai beberapa obyek wisata alam yang populer, yakni danau di atas danau (Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang), obyek wisata sejarah di komplek makam Raja Sidabutar Desa Tomok, dan wisata arsitektur komplek rumah tradisional Batak Toba Samosir.
Untuk mencapai lokasi wisata Danau Toba, Anda dapat melalui rute Kota Medan-Parapat atau pun melalui rute Medan-Berastagi yang berjarak lebih kurang 176 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih empat jam dengan kendaraan roda dua/ empat.
MESKI status Gunung Bromo (2.329 mdpl) saat ini telah menurun dari Awas (level IV) menjadi Siaga (level III), namun objek wisata ikon Jatim itu masih belum aman bagi wisatawan.
Humas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Nova Elina, Selasa (7/12), mengatakan, pihaknya belum bisa membuka objek wisata Bromo tersebut, sebab untuk membuka perlu rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi "Meski statusnya telah menurun menjadi Siaga, namun kita perlu menunggu rekomendasi dari pusat, sebab keamanan wisatawan menjadi sangat penting," katanya.
Dengan menurunnya status tersebut, TNBTS akan menggelar rapat internal untuk menentukan tempat yang aman bagi pengunjung saat mengunjungi objek wisata Bromo.
Nova menjelaskan, berdasarkan laporan terakhir yang diterima oleh TNBTS, jarak aman yang sebelumnya 3 kilometer dari pusat abu vulkanik saat ini telah menurun menjadi 2 kilometer.
"Dengan menurunnya jarak aman ini maka secara umum obyek wisata Bromo juga masih belum aman, sebab pihak TNBTS harus menunggu rekomendasi dari pusat," ujarnya.
Sebelumnya, terhitung sejak Senin siang pukul 12.45 WIB status Gunung Bromo diturunkan dari Awas menjadi Siaga.
Kepala Sub-Bidang Pengamatan Gunung Api PVMBG Agus Budianto mengatakan, setelah melakukan pengamatan selama lima hari ada penurunan aktivitas vulkanik yang cukup siginifikan, sehingga statusnya saat ini telah menurun.
"Setelah kami amati selama lima hari terakhir, ada penurunan aktivitas vulkanis Gunung Bromo yang cukup signifikan, sehingga statusnya pun kami turunkan dari Awas menjadi Siaga," ujarnya.
Agus menjelaskan, dengan penurunan status tersebut, kawasan lautan pasir di seputar kawah Gunung Bromo akan dibuka kembali, namun secara terbatas dengan radius dua kilometer.
Hal ini dikarenakan risiko aktivitas gunung tersebut yang semakin kecil. "Lautan pasir bisa dilalui untuk masyarakat umum, namun dalam radius dua kilometer dari kawah," katanya
Humas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Nova Elina, Selasa (7/12), mengatakan, pihaknya belum bisa membuka objek wisata Bromo tersebut, sebab untuk membuka perlu rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi "Meski statusnya telah menurun menjadi Siaga, namun kita perlu menunggu rekomendasi dari pusat, sebab keamanan wisatawan menjadi sangat penting," katanya.
Dengan menurunnya status tersebut, TNBTS akan menggelar rapat internal untuk menentukan tempat yang aman bagi pengunjung saat mengunjungi objek wisata Bromo.
Nova menjelaskan, berdasarkan laporan terakhir yang diterima oleh TNBTS, jarak aman yang sebelumnya 3 kilometer dari pusat abu vulkanik saat ini telah menurun menjadi 2 kilometer.
"Dengan menurunnya jarak aman ini maka secara umum obyek wisata Bromo juga masih belum aman, sebab pihak TNBTS harus menunggu rekomendasi dari pusat," ujarnya.
Sebelumnya, terhitung sejak Senin siang pukul 12.45 WIB status Gunung Bromo diturunkan dari Awas menjadi Siaga.
Kepala Sub-Bidang Pengamatan Gunung Api PVMBG Agus Budianto mengatakan, setelah melakukan pengamatan selama lima hari ada penurunan aktivitas vulkanik yang cukup siginifikan, sehingga statusnya saat ini telah menurun.
"Setelah kami amati selama lima hari terakhir, ada penurunan aktivitas vulkanis Gunung Bromo yang cukup signifikan, sehingga statusnya pun kami turunkan dari Awas menjadi Siaga," ujarnya.
Agus menjelaskan, dengan penurunan status tersebut, kawasan lautan pasir di seputar kawah Gunung Bromo akan dibuka kembali, namun secara terbatas dengan radius dua kilometer.
Hal ini dikarenakan risiko aktivitas gunung tersebut yang semakin kecil. "Lautan pasir bisa dilalui untuk masyarakat umum, namun dalam radius dua kilometer dari kawah," katanya
Obyek wisata di Taman Nasional Komodo terletak di antara dua pulau yaitu Pulau Sumbawa dan Pulau Flores antara perbatasan Nusa Tenggara Timur ( NTT ) dan Nusa Tenggara Barat ( NTB ). Di sini terdapat tiga pulau utama atau pulau yang sedikit besar yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca and Pulau Padar dan sisanya adalah pulau kecil dengan luas daratan 603 km2.
Taman Nasional Pulau Komodo di temukan sekitar tahun 1980 dan telah di nyatakan salah satu bagian dunia yang perlu di lindungi dan biosphere reserve oleh badan UNESCO pada tahun 1986. Taman Nasional ini awalnya di bentuk dengan tujuan untuk melesatarikan spesies Naga yang unik dan langka ( Komodo ) yang di kenal dengan bahasa ilmiahnya Varanus Komodoensis yang di temukan pertama kali oleh JKH Van Steyn sekitar tahun 1911. Setelah itu bukan hanya Naga Komodo yang di lindungi tapi semua keanekaragaman hayati baik laut dan darat masuk dalam wilayah konservasi Taman Nasional Pulau Komodo.
Mayoritas orang-orang yang tinggal di Pulau Komodo dan sekitarnya adalah Nelayan yang berasal dari Bima ( Sumbawa ), Manggara, Flores Selatan, Sulawesi Selatan yang berasal dari suku Bajau Bugis. Suku Bajau awalnya suku yang hidup sebagai pengembara yang senang berpindah dari tempat yang satu ke tempat yang lainya.
Penghuni asli Pulau Komodo adalah orang-orang suku Ata Modo yang masih ada di Pulau Komodo tapi seiring dengan pendatang dari daerah yang lain maka darah, adat budaya dan bahasa telah bercampur dengan pendatang baru.
Taman Nasional Pulau Komodo di temukan sekitar tahun 1980 dan telah di nyatakan salah satu bagian dunia yang perlu di lindungi dan biosphere reserve oleh badan UNESCO pada tahun 1986. Taman Nasional ini awalnya di bentuk dengan tujuan untuk melesatarikan spesies Naga yang unik dan langka ( Komodo ) yang di kenal dengan bahasa ilmiahnya Varanus Komodoensis yang di temukan pertama kali oleh JKH Van Steyn sekitar tahun 1911. Setelah itu bukan hanya Naga Komodo yang di lindungi tapi semua keanekaragaman hayati baik laut dan darat masuk dalam wilayah konservasi Taman Nasional Pulau Komodo.
Mayoritas orang-orang yang tinggal di Pulau Komodo dan sekitarnya adalah Nelayan yang berasal dari Bima ( Sumbawa ), Manggara, Flores Selatan, Sulawesi Selatan yang berasal dari suku Bajau Bugis. Suku Bajau awalnya suku yang hidup sebagai pengembara yang senang berpindah dari tempat yang satu ke tempat yang lainya.
Penghuni asli Pulau Komodo adalah orang-orang suku Ata Modo yang masih ada di Pulau Komodo tapi seiring dengan pendatang dari daerah yang lain maka darah, adat budaya dan bahasa telah bercampur dengan pendatang baru.





